Brigjen
Ganteng Tamu No 1 Kami
Seminggu berkantor di Gedung Aldevco Octagon, kami kedatangan tamu
penting, Senin (9/1/2006). Ini adalah tamu penting pertama sejak
kami menempati gedung baru ini pada 2 Januari 2006.
Selain penting, tamu itu juga gagah dan ganteng. Kehadirannya
jelas membuat kru detikcom -- tentu kaum Hawa -- tak sungkan-sungkan
untuk bersuit-suit.
Tamu ganteng itu adalah Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen
Hotmangaradja Pandjaitan.
Jenderal yang satu ini berpostur tinggi tegap, penuh wibawa,
ganteng dan jika beralih profesi jadi pemain sinetron sangat cocok.
Kegantengannya tidak kalah dengan sang ayahandanya, Jenderal DI
Pandjaitan, yang tercatat sebagai Pahlawan Revolusi.
Brigjen Pandjaitan bertandang ke kantor detikcom diiringi sejumlah
anak buahnya. Misinya adalah berkenalan dengan redaksi detikcom.
Maklum, bidang tugasnya kini berurusan dengan para pemburu berita.
Rombongan TNI AD ini diterima oleh Wapemred Didik Supriyanto,
Korlip Suwarjono, Redpel Lapsus Djoko Tjiptono, dan reporter yang
biasa ngepos di TNI, Rizal Maslan.
Didik cs menjelaskan alur dan praktek pemberitaan detikcom panjang
lebar. Namun Brigjen Pandjaitan tampak lebih suka bicara soal
bisnis detikcom. Misalnya, dari mana saja detikcom dapat duit.
Setelah bla bla bla di ruang meeting yang longgar, Brigjen Pandjaitan
dan rombongan meninjau newsroom detikcom yang dikelilingi kaca.
Jenderal bintang satu ini dipandu Didik menyaksikan proses upload
berita detikcom yang tengah dilakukan redaktur detiknews, Umi
Kalsum.
Para redaktur detikcom lainnya yang rata-rata generasi '80-an,
jadinya sibuk menggoda Umi dari kejauhan. "Jangan grogi,
jangan gemeter, suit suittt...," begitu kerlingan pada Umi
yang senyum-senyum salting karena jadi objek perhatian Brigjen
Pandjaitan.
Selain meninjau newsroom, Brigjen Pandjaitan sempat mampir ke
ruangan infrastruktur/programer. Pukul 16.00 WIB, rombongan pria
hijau-hijau itu meninggalkan kantor detikcom di Jalan Warung Buncit
75, Jakarta Selatan. Meski telah pamit, namun kagentengan Brigjen
Pandjaitan masih jadi pembicaraan kami
|