Komunitas TI di Buncit Raya
Di mana penggiat teknologi informasi (TI) kongkow? Jawabnya ya di
Jalan Warung Buncit Raya 75 lantai dua. Ya, ini adalah alamat kantor
redaksi detikcom.
Selain selalu memanjakan informasi kenes ala detik ini juga,
di sinilah secara berkala komunitas TI di Jakarta berkumpul.
Setidaknya sejak Januari lalu, sudah empat kali komunitas TI
kumpul-kumpul di detikcom. Kehadiran mereka di Warung Buncit Raya
75 berkat fasilitas kru detikINET, yang terdiri dari Donny BU,
Ni Ketut Susrini, Wicaksono Hidayat, Annisa M Zakir, Widya Ningrum
dan Oktoria Yulius Darmawan. Dua nama terakhir bertugas di basecamp
detikcom di Yogyakarta.
Acara kumpul-kumpul komunitas TI pertama digelar pada Jumat 20
Januari. Pada insan TI dalam kesempatan ini sibuk memperbincangkan
perkembangan internet. Pertemuan itu berupaya mencari jawaban
atas problema yang akan dihadapi industri internet di 2006.
Berbagai masalah mengancam membuat kusut iklim industri, misalnya
kenaikan tarif dasar listrik, rebalancing tarif telepon, dan soal
RUU pajak baru yang diperkirakan akan melonjakkan harga bandwidth.
Diskusi ini diikuti oleh para bos Internet Service Provider (ISP)
seperti Isnawan, Heru Nugroho, Wahyoe Prawoto, Sammy Pangerapan,
Sugiharto, Bill Fridini, Idris Sulaiman, Marcellus Adi Winata,
Andre Ludya Liap, dll.
Pertemun kedua diadakan pada Kamis petang 26 Januari dengan tema
web server. Diskusi ini dihadiri 30-an peserta dari berbagai kalangan
yang menjadi anggota mailing list detikINET.
Seperti judulnya, diskusi web server ini berusaha memaparkan
konsep-konsep di balik pendirian web server. Contoh kasusnya,
tak perlu jauh-jauh, portal berita www.detik.com. Pembahasan dibawakan
oleh Heru Tjatur, IT & Development General Manager PT Agranet
Multicitra Siberkom (Agrakom), induk perusahaan detikcom.
Meskipun tak mengupas terlalu dalam, karena tak mungkin membeberkan
'isi dapur' terlalu banyak, materi yang dibawakan Heru Tjatur
cukup komprehensif. Peserta pun mempunyai gambaran bagaimana mengelola
web server sebuah portal yang memiliki tingkat pageviews yang
relatif tinggi per harinya.
Sambil menunggu peserta lain berdatangan, pada pukul 16.00 WIB
diputarkan film Discovery yang berjudul Hacker. Lumayan, para
peserta bisa mendapatkan amunisi yang cukup untuk 'menembak' pembicara.
Apalagi kalau bukan berupa pertanyaan tentang 'pernahkah server
detikcom di-hacked dan bagaimana mengatasinya'.
Pertemuan ketiga dikhususkan untuk komunitas blogger, diadakan
pada 28 Januari 2006. Diskusi yang dihadiri para bloggermania
ini berpendapat bahwa dari sisi kualitas konten, antara blog dengan
mainstream media sesungguhnya tak jauh beda.
Bahkan di beberapa hal, tulisan dari sebuah blog akan bisa lebih
mendalam ketika disajikan, karena memang penulisnya, atau biasa
disebut blogger, adalah memang orang yang cukup mendalami hal
yang ditulisnya tersebut.
Kumpul-kumpul orang TI terakhir digeber pada Selasa 21 Februari
2006. Acara ini dihadiri sekitar 50-an pemilik, pengelola ataupun
pemerhati warnet. Mereka mendiskusikan dunia perwarnetan.
Beberapa permasalahan yang diangkat antara lain adalah masalah
klasik yang tak kunjung ditemukan solusi jitunya, yaitu terkait
dengan aksi sweeping yang kerap menimpa warnet. Dari sweeping
masalah penggunaan piranti lunak bajakan, izin usaha, hingga hal-hal
lain yang dianggap sering mengada-ada.
Sejatinya, diskusi-diskusi semacam ini sudah ingin kami gelar
sejak kami bermarkas di Wisma Pondok Indah. Tapi apa daya, tiadanya
ruang diskusi yang representatif membuat kami agak menahan diri.
Tapi di kantor baru kami di Warung Buncit Raya 75, kami memiliki
space yang lebih lega, sehingga menggelar diskusi yang dihadiri
ratusan orang pun tidak menjadi masalah.
Diskusi apalagi yang akan diadakan dalam waktu dekat? Tim detikinet
tentu sudah punya sederet agenda. Tertarik ikut? Kalau begitu,
gabung dan pantau terus milis detikINET. Sebab di milis inilah
pengumuman seperti itu dilansir. Jangan takut sendiri, sebab milis
itu kini sudah beranggotakan lebih 2.000 member. Wow!
Jadi mengapa harus menunggu besok? detik ini juga!
|